Fair Trade
Pemberlakuan
free trade sebagai pasar alternatif
antar Negara-negara yang terlibat dalam suatu kerja sama ekonomi untuk mencapai
kepentingan tertentu tidak dimaknai suatu Negara secara bebas menentukan akses pasarnya
di wilayah Negara lain. Liberalisasi perdagangan dalam upaya membantu negara-negara
berkembang menuju kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan ini masih
dipertanyakan efektivitasnya karena hasilnya belum dirasakan oleh sebagian
besar masyarakat di negara-negara berkembang. Hal ini ditunjukkan seiring
dengan adanya degradasi pasar domestik yang menyebabkan penurunan konsumsi
produk-produk dalam negeri. Seiring
berjalannya waktu, keunggulan barang-barang impor yang menjadi lahan
berkembangnya pasar bebas telah mengasingkan produksi lokal di beberapa Negara.
Situasi asimetris ini akhirnya memunculkan kritik atas free trade, yaitu Fair Trade
atau perdagangan yang berkeadilan.. Fair Trade
bukanlah sebuah kebijakan mutlak yang disepakati oleh negara-negara terkait,
namun implementasinya dimaksudkan sebagai gerakan dalam menentukan
langkah-langkah bagi pemerintah dan lembaga swadaya dalam melindungi produsen
usaha-usaha dan produk dalam negeri dan sebagai sebuah solusi dari adanya
ketimpangan penghasilan negara-negara berkembang dalam kontestasi perdagangan
bebas.
Konsep
Fair Trade yang dibicarakan dalam
sosiologi berfokus hanya di bagian konsumsi, tentang bagaimana konsumen dalam
menyikapi kehadiran barang-barang impor dan mendukung produsen lokal. Mekanisme
Fair Trade yaitu membuat konsumen
bersedia untuk menghargai produsen yang selama ini tidak pernah diikutsertakan
sebagai komponen biaya produksi dalam sistem perdagangan konvensional. Dalam etika
konsumsi Fair Trade, konsumen tidak akan
keberatan untuk membeli dengan harga berapapun yang ditawarkan oleh produsen. Ini
yang akhirnya membuat persamaan bagaimana konsumen membeli sesuatu demi
kebutuhannya sendiri dan merupakan sebuah aktivisme yang telah menjadi bagian
penting dari keterlibatan dengan kekuatan pasar (Lang dan Gabriel, 2005: 41.).
Lang, T. and Y. Gabriel (2005) 'A Brief History
of Consumer Activism', in R. Harrison, T. Newholm and D. Shaw (eds) The Ethical
Consumer , pp. 39–53. London:
SAGE.
Comments
Post a Comment